Senin, 19 Januari 2009

UU APP : Untuk Peradaban dan Martabat Indonesia

Lagi ribut-ribut soal pengesahan RUU APP menjadi UU APP tanggal 30 Oktober 2008 kemarin, bingung juga dengan orang-orang ini. Jadi ingat waktu saya masih kecil, sebuah statemen tentang Bangsa Indonesia masih melekat erat hingga kini. Statemen itu, Kita adalah Bangsa Indonesia memiliki adat ketimuran yang dikenal sangat ramah sehingga orang asing merasa betah berkunjung ke Indonesia.

Adat ketimuran, mungkin itu salah satu kunci dari yang ingin ditonjolkan. Apa sih adat ketimuran ?

Kata wiki : Nilai ketimuran ialah nilai yang harus dimiliki oleh “orang timur”, seperti keramahan, kelembutan, keterbukaan, dan kemampuan menjaga budaya sendiri. Jangan-jangan pemahaman kata keterbukaan melenceng menjadi terbuka secara fisik bukan terbuka secara psikologis (terbuka, mudah menerima kehadiran orang asing). :P

Kata Kyokushin: Falsafah dan Landasan Dasar Pandangan Hidup ini dimulai sejak lahirnya,yaitu baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam Bushido yang universal dan Adat Ketimuran yang halus penuh sopan santun selama masa perjalanan hidupnya. Ini lebih mantab halus dan penuh sopan santun. Dimana kata-kata itu sekarang ?

Kata mas Indrowaswanto, adat ketimuran itu budi pekerti luhur, dan adat ketimuran tersebut sudah mulai luntur sehingga menurutnya “Rupa2nya perlu segera disusun buku pedoman budi pekerti adat istiadat sopan santun tata krama bangsa Indonesia yang merupakan pengejawantahan adat ketimuran Indonesia

Kalaupun toh kita berkiblat ke negeri barat, yang terkenal dengan kebebasan/freedom. Ternyata kebebasan-kebebasan disana semua ada aturanya. Majalah/material porno tidak bisa sembarang bebas dipajang, hanya manusia yang sudah cukup umur yang dibolehkan, itupun tidak sembarang tempat. Demikian juga minuman keras, juga sama. Lebih aneh lagi menurut kita, Di Aussie (ini barat apa timur ya?) kabarnya kita tidak boleh sembarangan mencuci mobil pakai air di rumah, harus di tempat cuci mobil. Dimana kebebasan itu ?

Thus kesimpulan saya pribadi, sebetulnya Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi memang untuk menyelamatkan Peradaban & Martabat bangsa Indonesia. Kalaupun disinggung masalah masyarakat di Irian, di Bali yang terbiasa dengan pakaian terbuka, tanyanya : apakah masuk kategori porno ? Nah, jangan asal jawab, buka saja UU APP sendiri. Lihat di TVONE tadi pagi, ada satu klausul yg disampaikan narasumber : hal itu (Kebiasaan Irian dan Bali) tidak diatur dalam UU APP berarti tidak ada aturanya atau tidak ada hukumnya. Silahkan simpulkan sendiri. Pertanyaan saya apakah masyarakat Irian dan Bali yang sudah modern masih tetap biasa dengan Koteka dan kemben mini nya ? kayaknya mereka lebih suka pake kaos :D

0 komentar:

Posting Komentar